» Home
Minggu, 05 September 2010
Pengesahan APBD 2009 PDF Print E-mail
Senin, 22 Desember 2008
Pengesahan APBD Tahun Anggaran 2009 telah disahkan pada tanggal 17 Desember 2008, APBD Tahun 2009 Dirancang dengan total Belanja Sejumlah RP. 506.800.149.000.- dengan total Pendapatan Sejumlah Rp. 487.000.149.000.- maka terdapat defisit senilai Rp.19.800.000.000.-

Pengesahan APBD Tahun Anggaran 2009 telah disahkan pada tanggal 17 Desember 2008, APBD Tahun 2009 Dirancang dengan total Belanja Sejumlah RP. 506.800.149.000.- dengan total Pendapatan Sejumlah Rp. 487.000.149.000.- maka terdapat defisit senilai Rp.19.800.000.000.-

Pidato Pengesahan Disampaikan oleh Walikota Ternate Drs.H.Syamsir Andili didepan Rapat Paripurna DPRD Kota Ternate, dalam pidatonya Walikota mengatakan Pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Ternate Tahun 2009, merupakan langkah awal sekaligus menjadi dasar yuridis formal, yang menandai dimulainya pelaksanaan kebijakan, program dan kegiatan Tahun Anggaran 2009.

Untuk itu Walikota menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang mendalam pada Dewan, yang telah menyetujui berbagai prioritas kebijakan yang diajukan oleh eksekutif, terutama kebijakan yang terkait dengan upaya memenuhi kebutuhan infrastruktur perkotaan, pelayanan dasar bidang pendidikan, pelayanan dasar bidang kesehatan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.


Walikota merasa perlu memberikan penegasan dan meminta perhatian khusus kepada seluruh SKPD pelaksana tugas dan fungsi pelayanan, karena Tahun 2009 memiliki arti dan makna yang khusus, karena kita memasuki 2 (dua) momentum penting. Yang pertama tahun 2009 adalah tahun politik dimana akan dilaksanakan agenda demokrasi, yaitu Pemilihan Umum Legislatif dan Pemilihan Presiden, hal ini membawa konsekuensi meningkatnya ekskalasi politik yang dapat mengarah pada kerawanan sosial dan gangguan kamtibmas.

Oleh karena itu perlu dilakukan upaya preventif melalui pendidikan politik dan kesadaran hak dan kewajiban warga negara, serta mewujudkan kondisi yang kondusif. Yang kedua tahun 2009 adalah tahun transisi dari krisis finansial global, yang memerlukan upaya antisipasi melalui penguatan program-program yang dapat meminimalisir dampak dari krisis global dimaksud, antara lain program pemberdayaan ekonomi masyarakat dalam rangka penanggulangan kemiskinan dan penyerapan tenaga kerja (penurunan angka pengangguran), menciptakan iklim investasi dunia usaha serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat, karena krisis keuangan global secara langsung maupun tidak langsung, akan memberikan dampak terhadap ekonomi daerah.
 

 
< Sebelum   Berikut >